Saturday, October 15, 2016

belajar konfigurasi apache di debian

Advertisement

Apabila saat menginstal Debian dicentang opsi untuk menginstal Web Server, maka Apache sudah akan terinstal. Apabila belum, gunakan apt untuk menginstalnya.
apt-get install apache2
Untuk melihat apakah Apache sudah ada di server, coba lihat apakah ada direktori /etc/apache2. Lalu, gunakan wget untuk mencoba Apache.
wget localhost –O /usr/index.html



Apabila tampilan yang didapat seperti ini, maka Apache sudah berjalan dengan lancar.



Berarti Apache yg  di server kita (localhost), sudah berjalan. Untuk melihat halaman web yang barusan kita unduh, kita bisa menggunakan perintah cat.
cat /usr/index.html

Hasilnya seperti ini,


Isi dari index.html yang baru saja kita buka adalah seperti di atas. Apabila ingin melakukan perubahan terhadap file index.html, Apache menyimpan file yang digunakan oleh server di direktori /var/www.

Hanya ada file index.html, sekarang coba rubah isi dari file index.html menjadi seperti di bawah ini. dengan perintah  nano /var/lib/www


Lalu coba gunakan wget lagi untuk mendapatkan isi dari file yang disediakan localhost. Apabila isi dari file yang didapatkan oleh wget berisi seperti di atas. Berarti sudah benar bahwa file index.html itulah yang disediakan oleh Apache di server kita.

Mengingat saat konfigurasi DNS kita sudah pernah membuat domain dengan nama aeonglobal.com di Artikel Belajar Konfigursi DNS debian. yang mengarah ke server kita sendiri, coba gunakan wget untuk melihat apakah aeonglobal.com sama dengan localhost.

wget aeonglobal.com –O /usr/index2.html


Pasti isinya sama karena aeonglobal.com merujuk sama seperti localhost merujuk, yaitu ke 127.0.0.1.

Karena Apache bisa dikonfigurasi, kita akan mencoba untuk melakukan perubahan konfigurasi pada Apache. Masuk ke folder utama Apache yang berada di /etc/apache2.
Kita akan menambahkan subdomain di aeonglobal.com sehingga dia mempunyai sub domain hello dan bye.

Rubah file /etc/bind/aeonglobal.com menjadi seperti ini.



Jangan lupa untuk merestart bind, gunakan
/etc/init.d/bind9 restart
Setelah itu, kita akan membuat sub domain di Apache agar halaman hello.aeonglobal.com dan bye.aeonglobal.com tidak sama-sama merujuk pada halaman yang sama.

Apache memiliki kemampuan untuk mendukung lebih dari satu situs. Karena itu ada direktori yang bernama sites-available dan sites-enabled di /etc/apache2. Masuk ke direktori sites-available untuk membuat sub domain hello.aeonglobal.com.

Gunakkan template yang sudah ada untuk domain utama, atau localhost, dengan nama default.
cp default hello.aeonglobal.com



Setelah itu, rubah sehingga seperti ini.


Kita menambahkan sub domain hello.aeonglobal.com, di mana sumber daya yang akan disediakan berada di direktori /var/www/hello.aeonglobal.com.

Lakukan juga hal yang sama untuk sub domain bye.aeonglobal.com dengan sumber daya direktori di /var/www/bye.aeonglobal.com.

Setelah itu, coba buat direktori /var/www/hello.aeonglobal.com dan buat sebuah halaman dengan ekstensi PHP di direktori tersebut, karena kita akan mencoba menggunakan bahasa server side, yaitu php, beri nama index.php.

Isikan file index.php seperti berikut.


Lalu, lakukan hal yang sama untuk sub domain bye.aeonglobal.com, tapi kali ini isi dari index.php seperti ini.


Karena kita hanya membuat situs tersebut tersedia (berada dalam direktori sites-available) maka kita harus mengaktifkan situs tersebut dengan menggunakan program bawaan Apache, yaitu a2ensite (Apache 2 Enable Site).

Aktifkan sub domain yang sudah kita buat, gunakan
a2ensite <nama_direktori>
Dalam kasus ini seperti ini.


Lawan dari a2ensite, adalah a2dissite yang digunakan untuk menon-aktifkan situs yang sudah aktif.

Setelah diaktifkan, coba gunakan wget untuk melihat apakah hasil dari hello.aeonglobal.com berbeda dengan bye.aeonglobal.com dan juga dengan aeonglobal.com.




Gunakan cat untuk melihat isi dari masing-masing file tersebut.

index.html






index_hello.html


Isi dari index_hello.html cukup panjang, yang berisi informasi tentang modul PHP yang ada di Apache.

index_bye.html


Sekarang semua sub domain sudah berhasil terkonfigurasi dengan benar.



Artikel Terkait

Silahkan berkomentar dengan sopan sesuai topik yang dibahas. Mohon tidak meninggalkan URL. Silahkan berkomentar dengan sopan serta sesuai topik dan dimohon untuk tidak meninggalkan link aktif.

Terima Kasih.

EmoticonEmoticon